PSIKOLOGI SOSIAL
SEX BEBAS
Disusun
Oleh:
Sistria
Rika Astuti (A1E116095)
Dosen
Pembimbing :
Fadzlul,S.Psi.,M.Psi.
Marlita
Andhika Rahman,S.Psi.,M.Psi
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN AJARAN 2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masa pubertas merupakan masa peralihan dari masa
kanak-kanak menjadi dewasa yang dimulai umur 8 – 14 tahun. Awal pubertas
dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah bangsa, iklim, gizi dan kebudayaan.
Secara klinis mulai tumbuh ciri-ciri kelamin sekunder, misalnya : tumbuh rambut
pubis, ketiak, timbul jerawat pada wajah, peningkatan berat badan dan tinggi
badan, pada wanita mengalami pembesaran buah dada dan pada pria terjadi perubahan
pada suara dan tumbuh jakun. Sebagian besar remaja umur kawin pertama
dalam usia belia (<19 tahun).
Pada masa puber (13 tahun ke atas) adalah masa di mana mereka mencari jati diri dan arti dari
hidup. Pada masa-masa ini pula remaja memiliki rasa ingin tahu yang begitu
besar. Bisa dibilang karena rasa ingin tahunya yang besar, semakin dilarang,
semakin penasaran dan akhirnya mereka berani untuk mengambil resiko tanpa
pertimbangan terlebih dahulu.
Diera
gobalisasi seperti yang kita alami saat ini, , remaja harus terselamatkan dari bahaya globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan. Sehingga banyak
kebudayaan-kebudayaan yang asing yang masuk, sementara budaya tersebut tidak
cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan seks bebas itu tidak cocok dengan kebudayaan kita. Pada saat ini, kebebasan bergaul
sudah sampai pada tingkat yang mengkuatirkan. Para remaja dengan bebas dapat
bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum,
para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya.
Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi
mereka merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di
kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar.
Seks bebas itu sendiri ada kaitannya dengan
perilaku yang berdampak buruk terhadap kesehatan reproduksi. Mereka tidak
memikirkan akibat dari perbuatan yang tidak mempunyai status.
Oleh karena itu pemerintah harus mampu mengambil
tindakan dan menyaring pengaruh yang berhak dan berdampak negatif bagi para
remaja. Begitu pula peran remaja harus mampu mengendalikan diri dan menghindari
hubungan seks pra nikah.
Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam
perubahan perilaku remaja dalam urusan seks adalah masuknya budaya barat ke
negara berkembang seperti Indonesia. Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar
bangsa barat adalah bangsa sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka hasilkan
jauh dari norma-norma agama. Hal ini tentunya bertentangan dengan budaya Indonesia
yang menjujung tinggi nilai agama dan pancasila. Selain itu, Banyaknya media remaja yang getol menyajikan budaya Barat semakin
mendekatkan remaja pada kehidupan serba boleh (permissif ) alias bebas berbuat
selama tidak
mengganggu orang lain. Termasuk dalam
urusan seks. Karena di beberapa negara Barat, perilaku seks bebas remaja memang
tinggi sekali.
Mereka para orang negara barat menganggap bahwa seks bebas adlah suatu yang
wajar, karna sebagian besar mereka disana melakukan seks bebas. Hal tersebut
dapat terjadi karena tidak adanya budaya serta norma-norma yang mereka junjung,
sedangkan di Indonesia sendiri ada budaya serta norma-norma yang harus kita
junjung hal tersebut seharusnya dapat menjauhkan diri kita dari seks bebas.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang diambil dalam Seks Bebas Di Kalangan Remaja dan Mahasiswa adalah :
1. Apakah faktor – faktor yang
mendorong para remaja atau mahasiswa
melakukan seks bebas?
2. Apa akibat dari seks bebas?
3. Bagaimana cara mencegah seks bebas?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari
pembuatan makalah ini adalah:
1.
Mengetahui faktor-faktor yang mendorong remaja
melakukan seks bebas.
2.
Mengetahui
akibat dari seks bebas.
3.
Mengetahui
cara mencegah terjadinya seks bebas.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Defenisi Seks Bebas
Seks bebas
merupakan hubungan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan tanpa adanya
ikatan perkawinan. Kita tentu tahu bahwa
pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana
“bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada. Masalah seks bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.
Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh
pengendalian diri yang benar.
Menurut
Desmita (2005) sex bebas adalah segala cara mengekspresikan dan melepaskan
dorongan seksual yang berasal dari kematangan organ seksual seperti berkencan
intim, bercumbu, sampai melakukan kontak seksual tetapi perilaku tersebut
dinilai tidak sesuai dengan norma karena remaja perlu memiliki pengalaman
tentang seksual.
Menurut
Cynthian (dalam Wicaksono,2005) sex juga diartikan sebagai hubungan seksual
tanpa ikatan pada yang menyebabkan berganti-ganti pasangan.
Sedangkan
menurut Sarwono (2003) menyatakan bahwa “sex bebas adalah segala tingkah laku
yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis
mulai dari tingkah laku yang dilakukan seperti sentuhan dan berciuman”.
Pada umumnya
remaja dan mahasiswa melakukan hubungan seks bebas dengan pacarnya, karna
kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa pacar adalah calon suami yang berhak
mendapatkan segalanya. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran adalah
sebagian dari pergaulan bebas. Karena saat ini pacaran sudah menjadi hal yang
biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Fakta menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebabkan oleh pacaran.
Bila kita menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran
(berduaan dengan non muhrim) merupakan hal yang tabu. Dari sini kita dapat
menyimpulkan bahwa pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan
budaya Indonesia, demikian juga dengan budaya islam.
Selain
disebabkan oleh pacaran, seks bebas juga didominani oleh para remaja dan
mahasiswa untuk mencari uang tambahan. Padahal untuk mencari uang masih banyak
lagi jalan halal yang dapat mereka lakukan, pada dasarnya meraka melakukan seks
bebas dengan alasan mencari uang adalah alasan sampingan, itu semua karena
merekapun menyukai seks bebas tersebut tanpa berfikir akibat buruk yang akan
mereka tanggung.
B. Faktor
Pendorong Terjadinya Seks Bebas
Dalam
perkembangannya, kehidupan di jaman yang telah maju ini memiliki dampak bagi
masyarakat terlebih lagi dalam pergaulan remaja masa kini. Pergaulan pada
remaja masa kini telah jauh dari batas norma yang telah ditetapkan. Telah
banyak penyimpangan yang dilakukan oleh para remaja dalam pergaulannya,
seperti seks bebas. Oleh karena itu tidak aneh jika jumlah penderita HIV/AIDS
dan wanita terutama dari kalangan remaja/anak sekolah yang hamil di luar nikah.
Hal ini di karenakan sekarang mereka sangat begitu mudah memasuki
tempat-tempat khusus orang-orang dewasa.
Menurut
Rintiastini (2006:108) ada beberapa faktor yang menjadi penyebab remaja
terjebak dalam sex bebas :
1.
Perubahan hormon ketika seseorang memasuki masa remaja
2.
Motivasi untuk mewujudkan rasa sayang dan cinta dengan
didominasi oleh perasaan kedekatan dan gairah dan komitmen yang jelas
3.
Rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal
yang belum diketahui
4.
Faktor lingkungan, lingkungan juga punya peranan cukup
besar dalam membuat remaja terjebak sex bebas
5.
Adanya budaya barat yang masuk kedalam negeri yang
mengutamakan nafsu merambah aspek hidup remaja
6.
Kurangnya dasar-dasar keimanan di dalam diri
C. Akibat dari Seks Bebas
Selain
memiliki hukum haram, seks bebas memiliki akibat atau dampak yang sangat
negatif bagi si pelaku. seks bebas juga dapat menghilangkan rasa malu, padahal
dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap
perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita. Selain itu seks bebas juga
dapat berakibat:
a)
Hilangnya
Kehormatan.
Hilangnya kehormatan, jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama
manusia serta merusak masa depannya, dan meninggalkan aib yang berkepanjangan
bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya. Kehormatan sangat
penting bagi setiap manusia, terutama pada wanita. Jika kehormatan tersebut
sudah hilang maka akan jelas terlihat perbedaannya dengan wanita yang masih
menjaga kehormatannya.
b)
Prestasi
cenderung menurun.
Apabila seorang remaja atau mahasiswa sudah melakukan seks bebas, maka
fikirannya akan selalu tertuju pada hal negatif tersebut. Rasa ingin
mengulanginya selalu ada, sehingga tingkat kefokusannya dalam mengikuti proses
belajar disekolah atupun diperkuliahan akan menurun. Malas belajar, malas mengerjakan
tugas dan lains ebagainya dapat menurunkan prestasi seorang remaja ataupun
mahasiswa tersebut.
c)
Zina
Mengeluarkan Bau Busuk.
Bau tersebut yang mampu dicium oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun
salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya, Hal ini sangat
dipercayai oleh agama islam.
d)
Hamil Diluar
Nikah.
Hamil diluar nikah akan sangat menimbulkan masalah bagi sipelaku. Terutama
bagi remaja yang masih sekolah, pihak sekolah akan mengeluarkan sipelaku jika
ketahuan peserta didiknya ada yang hamil. Sedangkan bagi pelaku yang kuliah
hamil diluar nikah akan menimbulkan rasa malu yang luar biasa terutama orang
tua.
e)
Aborsi dan
bunuh diri.
Terjadinya hamil diluar nikah akibat seks bebas akan menutup jalan fikiran
sipelaku, guna menutupi aib ataupun mencari jalan keluar agar tidak merusak
nama baik dirinya dan keluarganya hal tersebut dapat berujung pada pembunuhan
janin melalui aborsi bahkan bunuh diri.
f)
Tercorengnya
Nama Baik Keluarga.
Semua orang tua akan merasa sakit hatinya jika anak yang dibangga-banggakan
juga di idam-idamkan hamil diluar nikah. Nama baik keluarga akan tercoreng
karna hal tersebut, dan hal tersebut akan meninggalkan luka yang mendalam
dihati keluarga.
g) Tekanan Batin.
Tekanan batin yang mendalam dikarenakan penyesalan. Akibat penyesalan
tersebut sipelaku akan sering murung dan berfikir yang tidak rasional.
h) Terjangkit Penyakit.
Mudah terjangkit penyakit HIV/AIDS serta penyakit-penyakit kelamin yang
mematikan, seperti penyakit herpes dan kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena
penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.
i)
Ketagihan.
Seks bebas dapat menyebabkan seseorang ketagihan untuk melakukan hal kotor
tersebut. Hal tersebut sangat berbahaya karna keinginan yang tidak terkontrol.
j)
Gangguan
kejiwaan.
Akibat seks bebas seseorang dapat mengalami gangguan kejiwaan atau setres,
disebabkan karna ketidak mampuan menerima kehidupan, kurangnya persiapan mental
untuk hamil serta takut terhadap hukuman Tuhan.
D. Upaya
Pencegahan Pergaulan Sex Bebas
Seks bebas
yang terjadi pada remaja dan mahsiswa dapat dicegah dengan beberapa upaya.
Upaya-upaya tersebut antara lain:
1. Mempertebal keimanan dan ketaatan
kepada Tuhan YME.
Mendekatkan diri kepada tuhan akan menjauhkan kita dari perbuatan mungkar.
2. Menanamkan
nilai-nilai agama, moral dan etika.
Antara lain : pendidikan agama,
moral dan etika dalam keluarga, kerjasama guru, orangtua dan tokoh masyarakat.
3. Menanamkan
Nila Ketimuran.
Kalangan remaja dan
mahsiswa kita kebanyakan sudah tak
mengindahkan lagi akan pentingnya nilai-nilai ketimuran. Tentu saja nilai
ketimuran ini selalu berkaitan dengan nilai Keislaman yang juga membentuk akar
budaya ketimuran. Nilai yang bersumberkan pada ajaran spiritualitas agama ini perlu dipegang. Termasuk meningkatkan derajat
keimanan dan moralitas pemeluknya. Dengan dipegangnya nilai-nilai ini,
harapannya mereka khususnya kalangan muda akan berpikir seribu kali untuk
terjun ke seks bebas.
4.
Menghindari
perilaku yang akan merangsang seksual.
Melalui pakaian, perilaku akan tercerminkan. Perilaku yang dapat merangkang
seksual seperti bergaul sangat dekat dengan orang yang berlainan jenis.
5. Pendidikan.
Pendidikan yang diberikan hendaknya tidak hanya kemampuan intelektual,
tetapi juga mengembangkan kemauan emosional agar dapat mengembangkan rasa
percaya diri, mengembangkan ketrampilan mengambil keputusan yang baik dan
tepat, mengembangkan rasa harga diri, mengembangkan ketrampilan berkomunikasi,
yang mampu mengatakan “tidak” tanpa beban dan tanpa mengikuti orang lain.
6.
Pendidikan sex (Sex Education).
Hal ini dapat diartikan
sebagai penerangan tentang anatomi, fisiologi seks manusia, bahaya penyakit
kelamin. Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar
mengerti tentang arti, fungsi dan tujuan seks, sehingga ia dapat menyalurkan
secara baik, benar dan legal.
Pendidikan Kesehatan
Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ
reproduksi, tetapi bahaya akibat pergaulan bebas, Dengan demikian, anak-anak
remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. Dalam
keterpurukan dunia remaja saat ini, anehnya banyak orang tua yang cuek saja
terhadap perkembangan anak-anaknya.
7.
Penyuluhan
tentang seks bebas.
Dalam penyuluhan tersebut dalam dijelaskan kepada kaula muda khususnya
remaja dan mahasiswa tentang sebab-akibat dari pergaulan bebas. Sehingga mereka
dapat menghindarikan diri dari hal-hal yang akan membawa mereka pada seks
bebas.
8.
Menegakkan Aturan Hukum.
Sudah
sepatutnya para penegak hukum menjaga tempat-tempat yang sering digunakan oleh
para kaula muda untuk berpacaran.
9.
Jujur Pada Diri Sendiri.
Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk
diri masing-masing. Sehingga seks bebas
tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak mengikuti
hawa nafsu mereka. Pada dasarnya mereka yang melakukan seks bebas menyadari bahwa
hal yang mereka lakukan adalah salah.
10. Memperbaiki
Cara Berkomunikasi.
Memperbaiki
cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan
masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak
negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di
sekeliling kita. Karna pada umumnya terjadi seks bebas dikarenakan tidak adanya
kepedulian antar tetangga.
11. Pacaran
sehat.
Berpacaran
sangat lekat hubungannya dengan seks, karena tidak sedikit mereka yang
melakukan seks bebas bersama kekasihnya. Disitulah kita tanamkan budaya pacaran
sehat tanpa seks. Berpacarn sehat itu seperti: tidak berhubungan seks, pacar
sebagai pemberi motivasi.
12. Menjauhkan
diri dari beduan ditempat sepi.
Seks bebas bisa
terjadi dengan didukungkan suatu tempat, jadi apabila seorang remaja atau
mahasiswa yang masih polos akan mudah dirayu yang berujung pada seks bebas.
Apabila sepasang remaja atau mahasiswa berdua ditempat yang sepi maka ada orang
ketiga yaitu setan yang dapat menjerumuskan terjadinya seks bebas.
13. Munakahat.
Munakahat atau menikah. Cara ini efektif sekali. Inilah yang ditawarkan
oleh Islam sebagai salah satu solusi atas seks bebas. Karna pada dasarnya pacaran yang baik adalah pacaran setelah menikah, untuk
menghindarkan fitnah dan perbuatan zina.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Terjadinya
seks bebas di kalangan remaja dan mahasiswa dikarenakan banyak faktor, yang
paling utama adalah pesatnya perkembangan jaman, hal tersebut membuat pergaulan
menjadi bebas, sehingga banyak remaja dan mahsiswa yang bergaul tanpa batasan
dan etika. Salah satu contohnya dalam berpacaran.
Para remaja dan mahasiswa berpacaran tidak mempunyai
batasan serta etika sehingga dalam berpacaran lebih banyak dampak negative
dibandingkan dampak positif seperti halnya seks bebas. Persepsi
yang salah tentang seks bebas menyebabkan mereka berfikir bahwa melalui seks
bebaslah tersalurnya cinta dan kasih sayang. Pergaulan remaja yang bebas
sebenarnya dikarenakan oleh segala macam perkembangan yang di salah artikan
oleh remaja itu sendiri maupun lingkungannya. Seks bebas menyebabkan para
remaja kehilangan bangku sekolahnya, sama halnya juga para mahsiswa yang
terpaksa berhenti kuliah karna hamil diluar nikah. Selain itu, hamil diluar
nikah dapat berujung pada pengguguran janin, baik melalui aborsi ataupun bunuh
diri karena tidak siapnya menerima kenyataan (hamil diluar nikah) tersebut.
Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana
remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai
dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut
peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan
sehari-hari anaknya, memberikan pendidikan agama, memberikan pendidikan seks
yang benar. Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen
bangsa tanpa terkecuali. Usaha untuk pencegahan sudah semestinya terus dilakukan untuk menyelamatkan
generasi muda kita. Agar lebih bermoral, agar lebih bisa diandalkan untuk
kebaikan negara ke depan.
B.
Saran
Beberapa saran tentang seks bebas yang perlu diperhatikan adalah :
1)
Kepada pihak orang tua, berikan
semua yang terbaik untuk anak tetapi tetap memperhatikan dalam membimbing dan mengarahkan remaja dengan dalam
memberikan pandangan yang benar mengenai persepsi pacaran agar terhindar dari seks bebas.
2)
Kepada
generasi muda agar menetapkan tujuan dan arah hidup yang jelas, belajar lebih
mengenal diri sendiri, meningkatkan ke imanan dan ketakwaannya dengan mengisi
kegiatan yang bermanfaat serta bergaul dengan teman secara benar sehingga dapat
terhindar dan terjerumus pada perilaku seks bebas. Tingkatkanlah pengetahuan
tentang segala perkembangan dengan tetap meningkatkan pula keimanan dan
ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3)
Kepada para
remaja baik pelajar maupun mahasiswa agar selain belajar juga ikut ambil bagian
dalam kegiatan yang positif dan kreatif dalam rangka menyalurkan energi yang
berlebih sehingga tidak mengarah pada penyaluran dorongan bilogis secara
langsung, misalnya dengan kegiatan. Keolahragaan,
pecinta alam, dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat mengembangkan potensi
dan bakat masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Artikel
dalam (http://www.kajianpustaka.com/2017/01/pengertian-bentuk-dan-faktor-penyebab-prilaku-sex-bebas.html?m=1
(diakses pukul 20.55 WIB, tanggal 05 mei 2017)
Artikel
dalam (http://www.psikologimania.com/2012/06/pengertian-sex-bebas.html?m=1
(diakses pukul 20.55 WIB, tanggal 05 mei 2017)
Artikel
dalam (http://www.academia.edu/7492454/seks_bebas_di_kalangan_remaja_dan_upaya_pencegahannya_Oleh)
(diakses pukul 20.55 WIB, tanggal 05 mei 2017)
Pure Titanium Earrings - TITanium-arts.com
BalasHapusPure titanium blue Titanium Earrings. 100% Essential apple watch titanium Beauty Products. titanium curling wand TITanium-arts.com. TITanium-arts.com. titanium sunglasses TITanium-arts.com. TITanium-arts.com. babyliss nano titanium TITanium-arts.com. TITanium-arts.com. TITView 27 more rows
cheap sex toys,realistic dildo,wholesale sex toys,vibrators
BalasHapusCasinos in the UK - How to find good games - GrizzGo
BalasHapusSo, what do we mean gri-go.com by “casinos in 토토 the UK”? https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ to find a casino and 출장안마 live casino https://deccasino.com/review/merit-casino/ games on a mobile phone device in 2021.